Jarpuk Bantul Pameran Di APMD Yogya
Namanya Perempuan Usaha kecil ( PUK), setiap peluang untuk memasarkan produk pasti diambil dengan penuh semangat. Tidak peduli hujan, angin kencang, panas dan banjir melanda.
Hal ini dibuktikan oleh PUK yang tergabung dalam Jarpuk Panca Usaha Kartini Bantul. Walau pun hujan dan tempat jualannya kebanjiran tidak menyurutkan langkah untuk ikut pameran yang digelar dalam rangka Jagong Media Rakyat di APMD (Akademi Pembangunan Masyarakat Desa) Yogyakarta 23-25 Februari 2011. “ Mereka tetap semangat meski dua hari berturut-turut hujan mengguyur dengan deras dan stand kebanjiran,” ujar Iin Narniyati penanggung jawab pameran Jarpuk Bantul.
Dalam pameran yang juga diikuti oleh komunitas pengamat burung, internet sehat dan media rakyat,dll Jarpuk menampilkan produk makanan dan craft. Produk makanan seperti emping mlinjo, beras merah, beras hitam, kripik tempe sagu, kripik gayam, slondok, peyek jadi andalan dalam pameran ini. Demikian juga dengan produk craft seperti kipas undangan, kipas cendana, kipas batik, kerajinan dari daun, macam-macam batik tulis dan cap baik yang warna alam mau pun sintetis serta produk minuman seperti dawet dan anggur pisang digelar di sini. “ Namun yang jadi favorit pengunjung adalah kripik tempe sagu, beras hitam, tas batik dan kripik gayam,” terang Parjilah yang menjaga stand Jarpuk.
Selain pameran, dalam kegiatan Jagong Media Rakyat ini ada seminar dan pentas seni, sehingga banyak pengunjung yang datang. Hal ini membuat produk PUK yang digelar menjadi laris “ Untuk seminar dan pentas seni melibatkan mahasiswa, ibu rumah tangga, karang taruna, guru PAUD, komunitas dari berbagai daerah dan LSM . Biasanya sehabis acara mampir ke pameran dan beli produk,” ujar Mardiyato anggota Jarpuk bantul yang juga koordinator pameran.
Berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenag-senag kemudian. Ini gambaran Jarpuk Bantul dalam pameran ini. Yang jelas semangat PUK berbuah manis, produknya laris manis. (Dwi/Ren)